Beberapa hari ini di perusahaan tempat saya bekerja, para sales marketing dituntut untuk lebih agresif dan proaktif dalam mencari omset. Ada hal yg menarik kalau bicara omset penjualan, banyak strategy yg kita lakukan untuk mencapai hal itu. Aturan mimpinya adalah POAC.... Planning, Organizing, Actuating, dan Controling. Tapi itu hanya aturan mimpi aja sih, karena banyak sales dan marketing males untuk melakukan tahap2 itu.
Tapi saya gak mau bahas hal itu. Yg saya mau bahas adalah kebanyakan dari kita semua yg bergerak dibidang sales marketing selalu mempunyai strategy yg mantap ubtuk mengejar omset. Namun eksekusinya yg cenderung kurang. Contohnya para teman2 saya sekantor. Mereka susah untuk melakukan strategy yg mereka buat. Akhirnya itu hanya sebatas strategy dalam mimpi saja.
Begitu saya tanyakan mengapa hal itu bisa terjadi, kebanyakan mereka tidak tau cara menjual yg benar. Mereka selalu terjebak dengan konpetisi harga dan harga.
Saya berpikir, seandainya teman2 saya bisa memiliki "How To Say" yg benar kepada konsumennya.... Pasti tidak perlu hanya terfokus pada kompetisi harga.. Coba bayangin jual nasi goreng, antara penjual di emperan jalan dan di hotel berbintang. Terkadang rasa nasi goreng di emperan jauh lebih enak dibandikngkan di hotel berbintang. Namun dari segi harga, tetap nasi goreng hotel yg memiliki harga yg berlipat2 lebih mahal di babdibgkan dengan nasi goreng emperan. Dan tidak sedikit yg mau membeli nasi goreng di hotel dengan harga selangit.
Jadi belajar untuk menempatkan posisi kita kepada konsumen juga sangat baik dibandingkan dengan hanya fokus pada kompetisi harga.
#salesiseverything
Komentar
Posting Komentar